Table of Contents

Peace Place Pati

Peace Place, a traditional Javanese building moved from a local village to a site on the outskirts of Pati.

Peace Place Pati is a center for personal learning and training for healing, development and peace in Pati, Central Java working with a network in Indonesia and overseas through Friends Peace Teams in Asia West Pacific. We offer early childhood education, courses for school-aged children, training for teens, young adults as well as adults, and learning materials appropriate for the Indonesian culture and environment.

Without peaceful use of power, there is no healing;

without healing, there is no development;

without development, there is no peace;

Without healing, development and peace,

there is no learning or healthy future.

The Living Spirit gives life, joy, peace and prosperity through

love, integrity and compassionate justice among people who live in

equality, simplicity, generosity and nonviolence.

Life’s generative, abundant resources are always greater than human destructiveness or need.

We agree to:

  1. Practice universal, peaceful principles with children, teens, young adults and adults.
  2. Value and develop appropriate Indonesian culture and language.
  3. Learn through experiences combined with reflection, reinforced by recalling activities, with people of all ages and backgrounds as well as using local, natural materials.
  4. Make decisions on collective discernment.

Friends Peace Teams' members, Mislan and Ririn from N. Sumatra and the training team from Peace Place Pati, along with home-sewn dolls and story books sent from Alfred, NY!

Negative experiences, such as violence, oppression, lack of safety, occur in every day life, often unconsciously. These experiences dramatically effect the brain’s capacity to think and later human development. As a result, through adulthood we face many problems making decisions and taking personal and social responsibility. These negative experiences that inhibit skills and development are frequently experienced by children. Rather than comfort and affirm them, adults add to their pain by saying they’re disobedient, lazy, rebellious and other labels. To achieve learning and development in Indonesia, parents and teachers must effectively recognize and prevent violence and heal from its negative effects.

We offer:

  • Key ideas and agreements for practicing healing, development, peace and learning in daily life.
  • Activities and materials for families, social groups or schools to gain experiences and skills.
  • Activities, materials and books for developmental play, including three types of play: sensorimotor, dramatic and construction.
  • News and information on our work through photographs, video and stories.

Ika, Nadine and Mila, working in the car in Jakarta traffic!

 

Peace Place works with:

Milik Toys, a store for developmentally appropriate educational supports in the city of Jakarta, run by Indrika Kurnia and Mila, who both speak excellent English as well as Indonesian and therefore can support the translation of materials to Indonesian.

Mislan and Ririn in North Sumatra from Barak Induk, former refugee camp and the District Preschool Teachers’ Association.

Sukadono Craft, a guild of traditional woodworkers in the village of Jepara, Central Java, who learned to produce wooden blocks for preschools and other developmentally appropriate wooden toys for young children.

 

INDONESIAN

Peace Place Pati adalah sanggar belajar dan berlatih diri untuk mendapat penyembuhan, perkembangan dan perdamaian di Pati, Jawa Tengah yang bekerjasama dengan jaringan Indonesia serta diluar negeri melalui Friends Peace Teams di Asia Pasifik Barat. Kami menyelenggarakan pendidikan anak usia dini, kursus anak usia sekolah, pelatihan remaja, pemuda dan orang dewasa serta bahan-bahan belajar yang sesuai kebudayaan dan alam Indonesia.

Bila tidak menggunakan kekuatan secara bijak,

maka tak akan ada penyembuhan;

tanpa penyembuhan, tak ada perkembangan;

tanpa perkembangan, tak ada perdamaian;

Tanpa penyembuhan, perkembangan dan perdamaian,

tak dapat belajar ataupun masa depan sehat.

Tuhan Yang Maha Esa memberi

kehidupan, kegembiraan, kedamaian dan kemakmuran melalui

kasih, integritas & keadilan penuh belas kasih di antara orang yg hidup

dalam kesetaraan, kesederhanaan & kerendahan hati tanpa kekerasan.

Sumber daya yang tercipta berlimpah-limpah selalu melebihi

kebutuhan manusia atau kekuatan manusia untuk merusak.

Kami setuju untuk:

  1. Berlatih asas damai yang universal dengan anak-anak, remaja, pemuda-pemudi dan orang dewasa.
  2. Menghargai dan mengembangkan budaya dan bahasa yang ada di Indonesia.
  3. Belajar melalui pengalaman digabung perenungan, yang dikuatkan dengan mengingat kembali, bersama orang dari semua kalangan dan rentang usia dengan menggunakan bahan alam setempat.
  4. Mengambil keputusan atas dasar ketajaman bersama.

Kami memusyawarahkan arah tujuan dan selalu siap berhenti, bertanya, berunding, memandang dan mempertimbangkan masukan. Kami mempercayakan keputusan pelaksanaan kepada yang melaksanakan, yang kemudian mendokumentasikan dan menceritakan kembali ke timnya dan mendapatkan umpan balik. Karena kami saling membutuhkan satu sama lain untuk ketajaman, maka kami menghargai pelajaran yang didapat dari kesalahan dan perbedaan. Kami tekun bertanya pada diri dan orang lain, “Apakah yang kita ucapkan dan lakukan jujur, tepat, tulus, sesuai jati diri,dan selaras dengan yang kita percaya?”

Pengalaman buruk, misalnya kekerasan, tekanan, ketidaknyamanan, sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari. Hal ini sangat mempengaruhi daya fikir otak dan tingkat perkembangan manusia selanjutnya. Sehingga sampai dewasa, kita menghadapi banyak kesulitan mengambil keputusan, tanggung jawab diri maupun tanggung jawab sosial. Pengalaman buruk ini yang mengganggu ketrampilan dan perkembangan sering dialami anak-anak. Dan daripada membuat nyaman atau memunculkan yang baik di anak, orang dewasa menambah sakitnya dengan mengatakan mereka tidak patuh, malas, pemberontak dan cap lainnya. Agar dapat pelajaran dan perkembangan di Indonesia, orang tua dan para guru harus secara ampuh bisa menyadari dan mencegah kekerasan dan menyembuhkan dari akibat buruknya.

Kami menawarkan:

  • Gagasan dan persetujuan pokok untuk berlatih penyembuhan, perkembangan, perdamaian dan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
  • Kegiatan dan bahan untuk keluarga, perkumpulan sosial atau sekolah untuk menambah pengalaman dan ketrampilan.
  • Kegiatan, bahan dan buku untuk bermain sesuai perkembangan, termasuk tiga jenis bermain : sensorimotor, peran dan pembangunan.
  • Berita dan informasi tentang kerja kami dalam foto, video dan cerita.