Table of Contents

Joan Levine – Portland, OR USA (Bahasa Indonesia)

Hai! Nama saya Joan Levine, yang tinggal di Portland, Oregon Amerika Serikat, di Pantai Barat Amerika Serikat. Oregon adalah, negara hijau yang indah tepat di atas California. Saya lahir di New York, namun telah tinggal 36 tahun di Oregon. Saya berumur 67 tahun, dengan 3 anak, 1 cucu ditambah 1 lagi dalam proses dari anak-anak saya sendiri dan 4 cucu dari anak-anak Yehuda, sejak dia menjadi pasangan saya. Kami membagi rumah kami untuk disewa oleh 2 penyewa, sehingga sangat membantu dalam membayar biaya-biaya dan untuk membangun komunitas. Kami akan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk pertama kalinya selama 2 bulan mulai akhir Desember 2016.

Yehudah & Joanie

Kami tinggal di rumah pribadi dengan sebuah taman besar, yang terdiri dari tanaman hias maupun sayur-sayuran. Kami menanam banyak jenis sayuran, buah-buahan dan buah Berry, sehingga membuat kami cukup sibuk dalam tiga musim disetiap tahunnya. Saya menghabiskan waktu kami berdua berkegiatan di rumah maupun di pekarangan, serta banyak tempat-tempat yang indah di seluruh Oregon dan Washington. Usaha kami bernama “Your Personal Ceremony” dan kami disebut “Pemimpin Pernikahan.”

Kami berdua juga Fasilitator Pelatihan “Mendengar dengan Hati” lalu mempraktekkannya dengan kelompok-kelompok setiap bulannya. Kami mengadakan pelatihan beberapa kali dalam setahun. “Mendengar penuh Hati” merupakan kegiatan mendengar dan berbicara dari hati. Kami memfasilitasi pelatihan selama perjalanan kami ke Rwanda, Uganda, Israel dan Palestina. Dan sangat menikmati perjalanan ke tempat-tempat baru – dan “Mendengar dengan Hati” merupakan cara untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan orang-orang di jalan yang bernilai.

Saya juga mengikuti kegiatan dengan pendekatan “Alternative untuk Kekerasan” dan mengadakan pelatihan “Mendengar dengan Hati” di pertemuan tahunan AVP tahun lalu, dimana saya menyajikan beberapa presentasi dan bertemu banyak orang yang terlibat dengan AVP. “Mendengar dengan Hati” mencerminkan fokus pada “Refleksi Mendengarkan” dari AVP, dimana Gene Knudsen Hoffman, salah satu pendirinya, adalah Quaker.

Kegiatan sehari-hari kami berenang, berjalan dan bersepeda. Saya mengikuti Komunitas Authentic Movement setiap dua kali sebulan dan setiap minggu bergabung dengan Komunitas improvisasi dance. Diawal tahun sekolah saya mempelajari Etnologi Dance, yang mempelajari budaya komparatif, dan menari tari Bali, Jawa, Korea Selatan dan India Selatan (Bharata Natyam) dan banyak gaya tari dari negara-negara di seluruh dunia. Saya mengajar tari multikultural dan tari kreasi di sekolah-sekolah selama 15 tahun. Tari semakin menjadi bagian penting dalam hidup saya, dengan jalan ini saya merasa bisa mengerti diri sendiri dan orang lain.

Baru-baru ini, setelah mengunjungi Israel dan Palestina dengan Kegiatan “Mendengar dengan Hati” (compassionatelistening.org), Saya menjadi sangat bersemangat untuk membantu orang lain melihat konflik melalui transkripsi dari orang yang kita dengarkan, sehingga saya mengembangkan “Kafe Conversation” (Percakapan Kafe), dimana kami menunjukkan slide kegiatan perjalanan, berbagi sketsa verbatim dan memimpin orang-orang melalui proses berbagi cerita dalam kelompok-kelompok kecil sehingga semua orang di ruangan tersebut mampu berbagi pendapat dan persepsi. Baru-baru ini saya diundang di panel acara sehari “Benci Berpidato dan Kekerasan” di Parlemen Barat Laut dari Semua Agama, yang memberikan kesempatan untuk memimpin beberapa meditasi yang fokus pada mendengarkan pusat hati.

Saya anggota P’nai Atau (“Faces of Light” = Menghadapi Terang) dari Komite Portland Tikkun Olam (“Healing the World”) yang bertugas sebagai Bendahara dan penyelenggara donasi yang mendukung sekitar 20 siswa dari PAUD sampai ke perguruan tinggi di Rwanda dan Uganda, terutama di kalangan masyarakat Abayudaya. Kelompok Yahudi di sebelah Tenggara Uganda. Tahun ini kami membelikan sepeda untuk 10 siswa SMA sebagai pembaca lampu matahari sehingga murid-murid dapat belajar di malam hari. Dana tersebut juga digunakan untuk membantu orang dengan memberikan pinjaman yang memulai usaha kecil, untuk krisis kesehatan dan kekurangan pangan.

Saya mencoba menjadi pendengar yang baik dalam kehidupan sehari-hari saya – untuk teman, keluarga serta kepada siapa pun yang saya temui. Teman-teman saya adalah orang-orang yang berbagi nilai yang sama. Mereka cenderung kreatif, berempati, terlibat, sadar berpolitik dengan semangat hidup, penghargaan dan hubungan yang mendalam dengan anak-anak dan orang tua mereka.

Secara pribadi saya mengagumi alam. Saya suka berada di hutan, di tepi samudra, mendaki, menikmati pohon-pohon dan bunga. Selama dalam perjalanan, kami selalu bertemu dengan orang yang baik, bijaksana, yang membuat saya menghargai kebaikan yang dapat membuat orang asing tinggal lebih lama, dan saya lakukan ini sebagai balasan baik di negara sendiri maupun ditempat yang jauh.

Harapan saya adalah terlepas dari semua tantangan yang kita hadapi secara global, saya memiliki iman dalam kebaikan orang oleh karena itu lihatlah kami mampu perlahan tapi pasti saat terlibat dalam masalah-masalah segera mengembangkan kesadaran kita untuk tidak hanya menenggelamkan diri dari muka planet Bumi ini. Mungkin karena saya terlalu optimis!

Nopember, 2016