Table of Contents

Siarol A. Divino, Bohol, Philippines (Bahasa Indonesia)

"Teaching is the noblest profession, being one is a great privilege and a great opportunity."

Nama saya Siarol A. Divino. Saya berasal dari pulau terbesar urutan ke sepuluh, yang merupakan pusat pulau-pulau di Pilipina, Bohol. Saya berumur 33 tahun, memiliki 2 anak perempuan yang cantik berumur 9 dan 7 tahun. Suami saya pernah bekerja di Tenaga Kerja Pilipina – Arab Saudi, saat ini dia di rumah mendampingi dan menghabiskan waktu yang berharga untuk keluarga. Saat ini saya bekerja di Universitas Bohol sebagai pembimbing di jurusan Bisnis dan Akuntansi dan jurusan keperawatan. Saya juga guru paruh waktu.

Setiap hari kegiatanku selalu berbeda-beda, biasanya saya mengadakan doa pagi menggunakan buku doa Pandasar untuk mengucap syukur,  memuliakan Allah karena berkatNya atas hari-hari baru dan memohon bimbingannya untuk menjalani hari-hari dalam kemulianNya. Sebagai seorang ibu, saya cenderung memperhatikan kebutuhan anak-anak dan menyiapkan keperluan untuk sekolah. Setelah itu menghabiskan waktu dengan mengerjakan tugas dan tanggungjawab saya sebagai pembimbing koseling, guru dan penasehat, karena saya juga bekerja sebagai penasehat di salah satu organisasi kampus, The Peer Fasicilitator’s Circle dimana anggotanya akan bekerja sebagai sukarelawan di kantor kami.

"My colleagues at the UB SPS office. We shared each other's lives in sorrow and in happiness."

Sehingga saya membimbing mereka bagaimana menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang terbaik. Saat bersama murid, saya mendapatkan pengetahuan, nilai-nilai dan kebijaksanaan. Dapat membimbing mereka mengerti tentang apa yang baik dan benar merupakan salah satu peristiwa yang paling mulia dalam hidup saya. Setiap hari saya bertemu dengan orang-orang yang mempunyai kepribadian yang berbeda-beda dan menjalin hubungan baik, untuk sekolah, masyarakat, keluarga ataupun untuk persahabatan. Mampu menghadapi tantangan serta capaian hidup membuat saya merasa layak untuk hidup. Hari-hari saya biasanya berakhir dengan membantu anak-anak menyelesaikan tugasnya, berbincang-bincang dengan anak-anak dan suami, menanyakan bagaimana hari-hari mereka, dan sebagai puncaknya tentu saja mengadakan doa dengan menggunakan buku doa, sebelum tidur.

Seperti yang telah saya peroleh dalam hidup selama bertahun-tahun, pandangan dan sudut iman saya secara berangsur-angsur berubah. Iman saya mengajarkan saya untuk berharap, mencintai, memaafkan, berdoa, cinta damai, dan melakukan kebaikan tanpa henti. Memberi kesempatan kepada saudara-saudara kita untuk memperluas pandanganya untuk melihat perbedaan jika mereka ingin mampu melakukan tanggung jawab secara sosial yang terbagi dalam 3 hal yaitu HARTA, WAKTU, dan BAKAT sehingga kita dapat menciptakan surga di bumi.

AVP sangat membantu terutama dalam mewartakan perdamaian di komunitas saya. Saya benar-benar menggunakan pendekatannya ketika  terjadi ketidakcocokan dengan anak-anak, suami dan teman-teman. Mewartakan dan berbagi konsep AVP tidak hanya untuk murid-murid saya saja, tetapi juga untuk masyarakat, dimana saya ikut terlibat didalamnya dan berpesan kepada mereka untuk menyampaikan kabar baik tersebut. Saya percaya ini menjadi cara bagaimana mewartakan perdamaian dan kerukunan.

Teman adalah penangkal kesedihan atau situasi yang buruk dalam kehidupan. Saya menghargai ketulusan, keunggulan, pengertian, rasa hormat, kasih sayang, humor, cinta akan perdamaian dan kerukunan dalam persahabatan. Keluarga adalah harta saya dan saya percaya itu adalah salah satu dari banyak tujuan mengapa Tuhan menciptakan saya, tetapi kalau hidup hanya untuk keluarga, maka akan menjadi egois. Saya percaya kita diciptakan tidak sempurna, sehingga kita bisa saling mengisi ketidaksempurnaan tersebut, dan hal itulah yang membuat saya mempunyai pengharapan; suatu penyadaran akan impian bahwa suatu hari nanti kita dapat menjalani kehidupan seperti di Surga akan terwujud.