Table of Contents

Tafa Esther Cowley-Malcolm, New Zealand (Bahasa Indonesia)

14 Maret 2014

Taken at Esther's graduation in December 2013.

Surat persahabatan

Untuk keluarga rohaniku

 

Teman-teman,

Nama saya Tafa Esther Cowley-Malcolm. Saya lahir di Samoan dan dibesarkan di Selandia Baru. Saya pindah ke Selandia Baru ketika saya berumur 2 tahun dengan ibu dan keempat saudaraku laki-laki. Ayahku berangkat ke Selandia Baru lebih dulu untuk mencari pekerjaan dan tempat tinggal kemudian menyuruh kami datang dan tinggal bersamanya tahun 1955. Tafa adalah julukan atau sebutan suku keluargaku yang diberikan padaku beberapa tahun yang lalu. Tetapi senang jika Anda memanggil saya Esther.

Saya mempunyai 10 saudara tetapi dua diantaranya meninggal secara tiba-tiba diawal usianya yang ke 50. Ketiga kakakku tinggal diluar negeri. – yang satu tinggal di Samoa, yang dua

"SOME of my close and extended family at our annual family gathering Christmas 2013 at Lake Okataina, Rotorua, New Zealand."

tinggal di Australia. Yang lainnya tinggal di Selandia Baru, Auckland dan Tokoroa. 

Saya tinggal di Pantai Ohope dengan suamiku John. Dua anak kami tinggal di Brisbane, Australia dan Toronto, Canada.

Anak laki-laki kami, Ezra sudah menikah dan anak perempuan kami, Alicia menikah pada bulan Agustus. Alicia dan tunangannya mempunyai anak laki-laki berumur 5 tahun, bernama Kingston.

Suami saya, John seorang dokter anak dan saya seorang peneliti. Saya bekerja di Universitas AUT di Auckland selama 20 tahun dan John bekerja sebagai konsultan senior dan kepala Departemen Dokter Anak di Rumah Sakit Whakatane.

"This is my husband John with our God child John named after him. Taken in 2014."

Saya bekerja dari rumah dan banyak pekerjaan saya yang melibatkan penelitian dengan anak dan keluarga-keluarga mereka. Saya telah menerbitkan beberapa tulisan rekam jurnal pada Konflik antara mitra dan pendampingan orang tua Samoan serta tentang disiplin.

Saat ini saya bekerja dengan seorang animator pada alat resolusi konflik yang disebut “Play Nicely” dalam aplikasi IT dimana orang tua di wilayah Pacifik dapat mengunduh secara bebas melalui internet. Semoga orang tua akan menemukan situs yang dapat digunakan  untuk mengatasi tantangan perilaku anak-anak mereka. Saya menggunakan kajian-kajian ilmu doctoral yang saya pelajari saat bersama para orang tua di Samoan dan senang sekali bisa beradaptasi serta menjadi lebih relevan dengan orang tua Pasific serta anak-anaknya.

 

Saya menjadi seorang Queker hampir 30 tahun, menghadiri pertemuan Queker pertama kali di Australia dan ketika kembali ke Selandia Baru saya memutuskan menjadi Queker oleh karena keyakinan. Saya senang dengan kesaksian-kesaksian Quaker dan pekerjaan yang mereka lakukan tentang damai, keadilan sosial dan kesetaraan. Pekerjaan yang saya lakukan di HTK merupakan ungkapan iman dan tujuan hidup di bumi ini. Pepatah Samoan mengatakan “Jalan menuju kepemimpinan, melalui pelayanan”. Ayahku selalu bilang pada kami bahwa alasan kami di bumi ini adalah melayani. Jadi saya datang dari keluarga yang berorientasi pelayanan dan melayani seperti makan serta memberi kelegaan bagi keluarga saya. 

Basic workshop held with Pacific Island Community in Tokoroa, South Waikato, New Zealand. Facilitators: Esther Cowley-Malcolm, David Wicks and Lowanna Crawford.

Saya terlibat di HTK sejak Stephen Angell membawa program ke Selandia Baru. Dan cukup beruntung menjadi salah satu Queker pertama yang dilatih di HTK dan memfasilitasi Workshop HTK pertama kali di Penjara Selandia Baru. Saya tidak pernah menoleh ke belakang. Saya tidak aktif sementara, kemudian melanjutkan sekolahku tetapi ketika kembali sepertinya saya belum pernah beranjak. Saya bertugas di Kenya untuk Konferensi Quaker Sedunia dan dengan rendah hati diundang menjadi fasilitator di sebuah workshop di Turbo. Sangat indah melihat HTK di kegiatan kaum muda Kenya.

Saya senang pekerjaan HTK dan melihat perubahannya di kehidupan masyarakat. Saya menikmati bekerja dengan kelompok yang beragam dan melihat bagaimana proses yang sama dimana-mana. Saya senang jika anda dapat mempercayai proses dan kerjanya berkali-kali dan saya senang banyak teman saya melakukannya dan orang lain melakukannya juga karena mereka mendengar saya berbicara tentang hal ini serta penasaran menyaksikan mengapa saya sangat bersemangat tentang hal itu… termasuk suami saya. Akhir-akhir ini dia mengikuti Pelatihan Dasar dan akan ikut Pelatihan Lanjutan.

Bagiku bersantai adalah Berkebun. Memberi kesempatan saya merasakan tanah dengan jari jemari dan memeliharaku tidak hanya secara fisik tetapi juga secara rohani. Saya mempunyai kebun yang indah di ambang teras, senang bisa memetik selada, lobak, bayam dan kacang-kacangan sendiri. Saya ingin memperluasnya untuk menanam kentang, labu tetapi harus menunggu sampai tahun depan.

Saya sangat merindukan anak-anak dan cucu saya namun kami mencoba bertemu setidaknya

"Me with my son Ezra and his wife Natalie, taken March 2013."

sekali setahun dan anakku laki-laki yang tinggal dekat Selandia Baru datang dari Australia dengan istrinya pada hari Natal. Tahun ini kami akan mengunjungi putri kami yang akan menikah bulan Agustus di Toronto.

Saya berumur 61 tahun. Saya terlatih seperti seorang perawat, guru dan kemudian menjadi dosen disebuah universitas dan peneliti ilmu sosial. Saat ini sebagian besar pekerjaan saya bersama NGO atau dengan organisasi yang tidak mencari keuntungan. Saya juga panitia eksekutif HTK Aotearoa.

Saya juga ikut pelatihan untuk Rotorua marathon pada bulan Mei dan berharap tetap dapat melatih meskipun saya di Indonesia dan Pilipina. Apakah ada orang yang ingin berlari bersamaku?

Saya berharap melalui surat ini Anda semua dalam keadaan sehat dimanapun Anda berada dalam melayani dan melakukan pekerjaan Allah. Dalam bahasa Seladia Baru kami mengucapkan… Arohanui artinya penuh kasih.

Esther.