Table of Contents

Margaret White, New Jersey USA (Bahasa Indonesia)

Salam kepada teman-teman Indonesia,

Marg dengan anaknya.

Nama saya Margaret White, dan usiaku 67. Saya tinggal di New Jersey, kira-kira 19 kilo dari New York Kota Besar, dengan suamiku. Dua anak perempuan tinggal di dalam Kota. Satu menika dengan dua anak kecil, yang saya kunjungi paling sedikit sekali seminggu. Saya senang sekali menjadi nenek! Ketika ada waktu diluar kerjaan sebagi ahli ilmu jiwa, saya senang diluar, jalan-jalan atau berkerja di kebun. Saya juga senang membaca, mencat, dan hanya malbrol sama teman-teman.

Nenek Kakek!

Saat aku remaja, saya sudah tahu saya ingin mampu membantu orang yang ada masalah dengan kesakitan jiwa, jadi saya iku kuliah sebagai psykologis, dan kerjaan itu selalu menjagi nafsuku. Saya juga ikut senang membelajar tentang negara-negara dan kebudayaan lain, dan coba mengerti bagaimana persoalannya berbeda — atau sama — dengan tantangan orang Amerika. Oleh karena itu, saya belajar lagi agar dapat menjadi relawan di negara-negara lain kapan saja ada kesempatan, supaya dapat mengenal orang-orang dari kehidupan yang sangat berbeda denganku. Kapan saja saya mengikuti itu, saya belajar sangat banyak dari orang-orang yang kerjasama, dan saya dapat diilhami oleh keberanian dan ketekunan teman-teman. Saya percaya bahwa trauma yang belum disembuhkan pada umumnya menjadi bagian dari siklus kekerasan, maka saya melihat sembuh dari trauma sebagi kerjaan perdamaian.

Saya dibesarkan sebagi orang Quaker, dan diajarkan bahwa perdamaian adalah hal mungkin, ketika keinginan manusia cukup kuat sampai berhidup dengan cara yang memungkinkannya. Gundah yang berat bagi saya adalah negaraku begitu terlibat dalam kekerasan dan sering sekali mengangkat materialisme dan kekuasaan diatas perdamaian. Sering saya merasa saya tidak tahu bagaimana berbuat perubahan yang baik, pada hal ketika aku menyusun kegiatan dengan teman-teman di kotaku, seperti demo melawan perang, atau membantu orang-orang tunawisma, saya merasa kita ke arah yang benar. Saya mencoba berhidup dengan cara yang damai, dengan menghormati semua kebutuhan orang lain, dan menyahuti martabat dan nilai setiap manusia. Saya melihat bahwa orang-orang punya kemampuan yang menherankan untuk belajar dan tumbuh dan sembuh, dan aku tertarik, khususnya terhadap orang yang peduli hal-hal yang saya buat, dan yang berbicara hal benar bagi dirinya, tak peduli apakah itu membuat sedih atau senang atau mala sulit didengarnya.

 

2013